Kota Hoi An, mempunyai julukan “Kota Seribu Lentera”, artinya permata Vietnam yang memadukan warisan budaya UNESCO dengan lampion berwarna warni menghiasi jalanan kuno dan sungai. Kota ini, akan semakin ramai wisawatan karena festival lentera dibuat lebih megah. Kota ini cocok banget buat kamu jika ingin liburan bareng keluarga, pasangan, atau solo travelling.
Kenapa Harus Liburan ke Hoi An?
Kota Hoi An memiliki ritme kehidupan yang pelan jika dibandingkan dengan kota besar di Vietnam seperti Hanoi atau Ho Chi Minh. Di sini, kamu akan diajak untuk menikmati setiap detik. Daripada mengejar jadwal padat, lebih baik kamu bersantai minum kopi sambil melihat warga lokal beraktivitas. Terlebih, di 2026 ini akses ke kota Hoi An akan semakin mudah karena ada penambahan rute penerbangan langsung.
Bulan Maret-Mei atau September-November, menjadi waktu terbaik untuk berkunjung. Pada bulan-bulan ini, cuaca disana sangat baik, tidak terlalu panas dan bisa menghindar dari musim hujan di akhir tahun.
Spot Foto dan Wisata yang Wajib Masuk Bucket List
1. Hoi An Ancient Town (Kota Kuno)
Ini adalah jantungnya Hoi An. Jalanannya bebas kendaraan, dikelilingi bangunan tua berwarna kuning mustard yang ikonik. Kamu wajib mampir ke Jembatan Jepang yang legendaris. Tips dari saya: datanglah pagi-pagi sekali kalau mau foto tanpa kerumunan orang, atau malam hari saat semua lentera mulai menyala dan suasana berubah jadi magis. Tiket masuknya cuma sekitar Rp75.000 saja dan kamu sudah bisa akses banyak situs bersejarah.
2. My Son Sanctuary
Kalau kamu suka sejarah ala Indiana Jones, tempat ini wajib dikunjungi. Sekitar satu jam dari kota, ada reruntuhan kuil kuno di tengah hutan. Datanglah saat subuh untuk ikut tur pagi hari supaya nggak kepanasan dan bisa menikmati kopi sambil melihat matahari terbit di antara kuil.
3. Pantai An Bang & Cua Dai
Mau santai sejenak dari suasana kota tua? Melipir saja ke Pantai An Bang. Vibe-nya sangat anak muda, banyak kafe pinggir pantai yang asyik buat tempat bengong nunggu sunset. Airnya biru jernih dengan pasir putih yang lembut.
4. Marble Mountains
Terletak di dekat Da Nang, tempat ini punya gua-gua unik dan pagoda yang indah. Kamu bisa naik tangga ke puncaknya untuk melihat pemandangan panorama yang luar biasa.
Aktivitas yang Bikin Liburanmu Makin Berkesan
Liburan di Hoi An nggak bakal lengkap kalau kamu cuma jalan-jalan saja. Ada banyak hal interaktif yang bisa kamu coba:
- Workshop Membuat Lentera: Kamu bisa belajar merajut lentera sendiri dari kain sutra. Ini pengalaman yang seru banget, apalagi lenteranya bisa kamu bawa pulang sebagai kenang-kenangan.
- Naik Perahu Keranjang Kelapa: Di Hutan Bay Mau, kamu bisa naik perahu berbentuk keranjang (thung chai). Kamu bakal diajak berputar-putar seru dan mencoba memancing kepiting bareng pemandu lokal.
- Tur Sepeda ke Desa Lokal:Sewalah sepeda dan kayuhlah hingga ke Desa Cam Kim melewati hamparan sawah hijau. Kamu bisa melihat langsung cara warga membuat mi beras atau tikar anyaman yang tradisional banget.
- Melepas Lentera di Sungai: Ini adalah momen yang paling emosional. Saat malam hari, belilah lentera kertas kecil, nyalakan lilinnya, lalu lepaskan ke Sungai Hoai sambil mengucapkan harapan.
Kulineran dan Memanjakan Lidah di Kota Tua
Hoi An adalah surga buat kamu yang hobi makan. Jangan sampai melewatkan Cao Lau, mi tebal khas sini yang kabarnya air untuk memasaknya harus diambil dari sumur kuno rahasia. Ada juga White Rose Dumplings yang lembut dan gurih.
Untuk suasana yang lebih fancy, kamu bisa coba makan di restoran yang menempati bangunan berusia ratusan tahun. Bayangkan makan malam sambil melihat pemandangan sungai dan ribuan lentera di luar jendela, benar-benar syahdu.
Cara paling mudah ke sini adalah terbang ke Bandara Da Nang, lalu lanjut naik taksi sekitar 45 menit. Di tahun 2026, akan semakin banyak hotel butik di dalam kota tua yang menawarkan fasilitas sepeda gratis, jadi manfaatkan itu untuk keliling kota. Budget harian sekitar Rp300 ribu sampai Rp600 ribu sudah cukup aman untuk makan dan jalan-jalan.
Hoi An 2026 adalah perpaduan sempurna antara ketenangan, keindahan visual, dan rasa yang autentik. Jadi, sudah siap untuk “tersesat” di antara ribuan lentera?